Lihat, Siswa di Sekolah Ini Upacara di Atas Banjir

On 20.31.00 with No comments



 Foto mengenaskan menjadi viral di media sosial. Dala foto tersebut, tampak sejumlah siswa dan guru tengah melakukan upacara di halaman sekolah.
Namun, ada yang berbeda dengan kondisi upacara di kota-kota besar. Upacara yang berlangsung di salah satu sekolah dasar di Yapen, Papua itu berlangsung di atas genangan air.
Nah, dalam ikutan foto yang diposting pada 19 November 2016 tersebut, ada paparan singkat dan percakapan antara siswa dan guru. Mereka membicarakan jadwal upacara dan kondisi sekolah yang diterjang banjir.
Bapak Guru….. upacarakah tidak?” kata Luki Pairie, sambil mengeraskan suaranya.
“Kalian sabar e, Hujan su tipis, baru bapak Guru bicara dengan Ibu Emy ya.”
Saat itu, langit sangat gelap, hujan tiba-tiba sangat deras, cuaca di daerah pesisir, memang susah untuk ditebak.
Pukul 06.30, kami sudah berkumpul di Sekolah, tepat pukul 07.15, hujan langsung turun, kami menunggu di kelas, untuk melaksanakan kegiatan upacara. Hari itu, Luki Pairie direncanakan menjadi pemimpin upacara dan Ibu Emy Wombaibabo menjadi Pembina upacara.
Saat, menunggu hujan, terlintas di gelapnya langit itu ada keceriaan anak-anak walaupun menunggu upacara,
“Benarkah ini zona merah?” sesaat sebelum aku bertugas di sekolah ini, aku pun selalu mendengar burung-burung bernyanyi, “Marau?! Hati-hati ya, banyak merah di sana” kata-kata itu seakan menjadi baliho raksasa di langit Yapen.
Aku pun langsung meng-iyakan kicauan burung yang terbang di langit, karena memang aku orang baru dan belum pernah datang ke bumi Papua.
Namun, semenjak hari itu, pandanganku berubah, aku melihat sebuah optimisme kebangsaan yang sangat baik untuk Indonesia, RAKYAT PAPUA CINTA DAN BANGGA DENGAN INDONESIA! aku hanyalah guru di pedalaman Papua.
Namun, murid-muridku sama bahkan lebih hebat dari anak-anak yang berkesempatan mendapatkan fasilitas listrik, jaringan, ketersediaan guru dan kelengkapan buku-buku nun jauuuuuuhhhh di sana.
Kalian bisa melihat, kami (guru-guru dan murid) tetap melaksanakan upacara, walaupun kondisi banjir, kami tetap melaksanakan upacara.
Zona merah, zona merah….aku tidak akan bersentuhan dengan kepentingan politik merah itu, sampai hari ini, aku pun masih heran dan bingung, apa yang dinyanyikan burung-burung tentang “Merah” di langit Yapen.
“Pak Guru Rizky, kabarkan ke Jawa sana, kami Indonesia!” Kata Ibu Emy dalam amanatnya saat upacara Senin itu. (*)
Reporter : Maggie Aksan    Editor : Klik Samarinda
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »