Pentolan FPI Ngamuk Dituding Hasut Masyarakat buat Benci Ahok

On 00.18.00 with No comments

Juru Bicara FPI, Munarman naik pitam lantaran tak terima dengan pertanyaan dari salah seorang peserta diskusi di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta, Selasa (1/11).

Acara diskusi bertajuk "Membedah Kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?" tiba-tiba menjadi ricuh. 
Keladinya, salah satu penannya mengaku kecewa lantaran Gubernur DKI Jakarta nonaktif terus diserang oleh isu dugaan penistaan agama.
Kejadian tersebut berawal ketika Silvasius mengungkapkan keluhannya kepada beberapa pihak yang menyudutkan Ahok. Termasuk di antaranya Front Pembela Islam (FPI). 
Dia meminta jangan membawa-bawa agama dalam menghasut orang untuk membenci Ahok.
"Jangan pakai ayat agama untuk menghasut orang. Biarkan prosesnya di Polri berjalan," ujar Silvasius ketika menghadiri acara diskusi di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta, Selasa (1/11).
Mendengar pernyataan tersebut, Juru Bicara FPI, Munarman mendadak naik pitam. Dia meminta untuk Silvasius berhenti untuk berkomentar.
Munarman menyebut dalam diskusi itu dirinya tidak pernah menyinggung masalah agama. Melainkan hal-hal yang berkaitan tentang pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Ahok.
"Saya bicara dari tadi bicara mengatasnamakan hukum, bukan agama," kata Munarman.
Aparat kepolisian langsung mengamankan Silvasius untuk tidak memberikan komentarnya. Namun dia tidak terima karena kebebasannya untuk berpendapat merasa dikebiri.
Sementara, Munarman meminta agar masalah tersebut tidak diselesaikan dalam diskusi forum ini. Melainkan mengajaknya keluar. 
Pasalnya jika diselesaikan di dalam forum diskusi maka akan membuat suasana tidak kondusif dan akan mengganggu semua pihak.
"Kita tidak mengancam, kalau mau anda sama saya ke luar (hotel) sekarang, biar selesai," kata Munarman.
Sementara Silvasius merasa mendapat acaman dari Munarman. Dia pun menegaskan tidak takut terhadap ancaman itu.
"Gak usah ancam saya, katanya kaum itelektual," pungkas Silvasius.(cr2/JPG)
Sumber :jawapos
loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »