![]() |
suasana panik jelas terasa di Jalan Kecubung, Semarapura, Klungkung, Bali, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 15.00 Wita.
Seorang pria yang diketahui bernama Harjo Winoto (30), tampak meronta-ronta ketika tersangkut di atas papan reklame yang berdiri di dekat salah satu toko sepatu.
Pakaian pria tersebut tampak robek, dan sebagian tubuhnya tampak menghitam dan terkelupas akibat mengalami luka bakar.
Darah pun mengucur dari mulutnya, hingga menodai sebagian papan iklan berukuran sekitar 4 X 2 meter dengan tinggi sekitar 7 meter itu.

Harjo Winoto (30) meronta-ronta ketika tersangkut di atas papan reklame di Jalan Kecubung, Semarapura, Klungkung, Bali, Senin (5/12/2016)
Kejadian tersebut pun menjadi tontonan ratusan warga, yang ketika itu kebetulan melintas di Jalan Kecubung, Semarapura.
“Pria itu tadi bekerja memperbaiki papan reklame toko sepatu dan tersetrum listrik hingga ia tersangkut,” jelas seorang warga yang ditemui di lokasi kejadian.
Suasana panik semakin terasa ketika pria yang diketahui asal Pasuruan (Jawa Timur) dan tinggal di Pemogan, Denpasar tersebut terus merintih kesakitan di atas papan reklame.
Hanya berjarak sekitar setengah meter dari tubuhnya, melintang kabel induk PLN bertegangan 20.000 Volt.
Sesekali tangannya mengayun dan memberi tanda kepada warga untuk segera menolongnya.
Namun, belum ada warga yang berani untuk menolongnya.
Bahkan, pria tersebut sempat bekali-kali mengigau dan memanggil-manggil orang tuanya.
“Bapak….bapaaak…,” ucapnya sembari mengerang menahan sakit.

Harjo Winoto (30) meronta-ronta ketika tersangkut di atas papan reklame di Jalan Kecubung, Semarapura, Klungkung, Bali, Senin (5/12/2016)
Keadaan sekitar lokasi kejadian semakin padat.
Setelah 25 menit berlalu, semakin banyak warga yang mendatangi jalan Kecubung untuk melihat kejadian.
Petugas kepolisian dibuat kewalahan oleh padatnya warga.
Karena tidak kunjung mendapatkan pertolongan, warga mulai berteriak-teriak.
Bahkan, suasana makin terasa panik ketika tidak sedikit warga yang menangis hingga histeris menyaksikan kejadian tersebut.
Ketika waktu menunjukkan pukul 15. 40 Wita, barulah mobil BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Klungkung tiba di lokasi.
Personel BPBD yang ketika itu dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana I Putu Widiada bergegas mengeluarkan tangga untuk menolong.
Namun, petugas tampak masih berhati-hati.
Kondisi papan iklan yang basah karena habis diguyur hujan, membuat tim harus berhati-hati untuk melakukan evakuasi agar tak ikut tersetrum listrik.
Tidak lama berselang, beberapa petugas PLN pun tiba dipimpin langsung Manajer PLN Rayon Klungkung, I Wayan Eka Susana.

Warga membantu evakuasi tubuh Harjo
Petugas BPBD bersama PLN mengerahkan dua tangga setinggi kurang lebih 4 meter untuk mengevakuasi tubuh korban.
Ketika beberapa petugas kepolisian, BPBD dan PLN terus mencari cara untuk mengevakuasi tubuh korban, dua warga memberanikan diri untuk terlebih dahulu menaiki tangga dan berusaha menolong korban.
Namun, warga tersebut tampak kesulitan menurunkan tubuh korban yang tersangkut di ketinggian sekitar 7 meter.

Warga membantu evakuasi tubuh Harjo
Warga sempat berusaha menurunkan korban dengan tali, namun karena kondisi tubuh korban yang lemas membuat hal tersebut urung dilakukan.

Upaya evakuasi dengan tali
Bahkan, warga di sekitar lokasi sampai mengeluarkan dua tempat tidur untuk mengantisipasi tubuh korban jika terjatuh dari papan reklame.
Evakuasi korban berlangsung dramatis.
Korban sudah nyaris 1 jam tersangkut di atas papan reklame dan terus mengigau sembari mengerang kesakitan.
Sementara itu, petugas masih merasa kebingungan untuk menurunkan tubuh korban.

Petugas BPBD Klungkung bersama warga berupaya mengevakuasi Harjo
Sekitar pukul 16.00 Wita, warga mulai bersorak ketika mobil pemadam kebakaran (PMK) Klungkung tiba di lokasi dan diikuti oleh mobil tangga (crane) dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Klungkung.
Seorang petugas BPBD Klungkung bersama petugas dari Dinas Perhubungan Klungkung langsung menaiki mobil tangga DKP.
Dua petugas tersebut lalu dengan sigap menolong Harjo Winoto yang sudah dalam keadaan lemas tidak berdaya.

Evakuasi Harjo menggunakan mobil tangga

Harjo berhasil dievakuasi
Tepuk tangan warga pun bergemuruh, diikuti oleh suara sirine mobil ambulans yang dengan segera mengevakuasi Harjo Winoto ke IRD RSUD Klungkung.
Rekan korban, I Nengah Wistana (28) menjelaskan, korban merupakan pegawai di salah satu perusahaan reklame (advertising) yang berpusat di Denpasar.
Saat kejadian itu, korban akan memasang lampu dan mengganti gambar pada papan reklame salah-satu toko sepatu di seputaran Jalan Kecubung, Semarapura. Meskipun hujan baru saja reda dan kondisi benda-benda sekitarnya basah, Haryo memberanikan diri naik ke atas papan iklan sembari membawa bor.
Namun, tanpa disangka bor yang digenggam korban menyentuh kabel PLN bertegangan 20.000 volt.
“Ketika itu ia langsung terpental, dan wajahnya sempat membentur papan reklame. Beruntung, ia tidak sampai jatuh ke bawah, sehingga nyawa rekan saya masih bisa diselamatkan,” ujar I Nengah Wistana yang masih tampak syok dengan kejadian yang menimpa rekan kerjanya tersebut. (*)
