TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Kecelakaan mengerikan terjadi di Jalan Raya Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Minggu (18/12/2016).
Akibat terlindas truk, tubuh salah satu korban hingga terputus.
Sementara dua lainnya dalam kondisi kritis.
Kejadian bermula saat pasangan suami istri, Rugito (53) dan Wiji Lirmani (50) asal Dusun Kemloko, Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar melaju naik motor Supra X 125 AG 4984 KV dari selatan ke utara.
Saat di lokasi kejadian, Rugito bermaksud mendahului truk bermuatan koral, AG 8721 UN.
Namun tanpa sepengetahun Rugito, di depan truk yang melaju pelan tersebut ada Yuli indrawati (32), warga Jalan Bromo 109 Kepanjen, tengah menyeberang jalan.
Saat berhasil mendahului truk tersebut, Rugito menabrak Yuli.
Motor yang dikendarainya oleng dan terpelanting ke arah kiri.
“Motornya jatuh ke arah jalan truk saya. Otomatis saya tidak bisa menghindar lagi,” ucap sopir truk, Mulyono, warga Kalipare, Kabupaten Malang.
Tanpa bisa dihindari, tubuh Wiji terlindas roda truk.
Ibu dua anak ini meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi tubuh terputus jadi dua.
Sementara suaminya selamat, namun mengalami luka parah di kepala.
Demikian juga Yuli yang tertabrak motor Rugianto.
Keduanya segera dilarikan ke RSUD Kepanjen.
Masih menurut Mulyono, truk yang dikendarainya hanya melaju sekitar 25 kilometer per jam karena bermuatan berat.
Sebenarnya Mulyono bisa saja menghindari tubuh korban dengan banting setir ke arah kanan.
Namun pada saat bersamaan, lajur berlawanan sedang ramai dengan kendaraan.
Mulyono menduga akan lebih banyak korban jika dirinya menghindar ke kanan.
“Dari arah berlawanan kendaraan banyak dan melaju kencang semua. Kalau saya banting ke kanan, yang tertabrak justru akan sangat banyak,” tutur Mulyono.
Usaha Mulyono untuk menghindari tubuh Wiji sudah maksimal
Setidaknya Mulyono sudah banting setir ke kiri hingga nyaris menabrak rumah warga.
Ban belakangnya juga meletus karena kuatnya pengereman.
Namun upaya tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Wiji dari tabrakan mengerikan ini.
Kakak Wiji, Yulianto, mengatakan, saudaranya akan pergi ke Gondanglegi untuk melayat kakak iparnya.
Namun Yulianto tidak menduga, adiknya mengalami kecelakaatn tragis ini.
“Tadi pagi mereka dikabari saudaranya di Gondanglegi meninggal dunia. Mereka berdua terus berangkat dengan motor,” ujar Yulianto.
sumber : tribun
