
JAKARTA – Sejak masuknya bulan suci Ramadan,
Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat
mengalami kelebihan kapasitas. Hal itu mengakibatkan para penghuni panti
dan warga binaan sosial (WBS) merasa tidak nyaman.
Menurut Kepala PSBI Bangun Daya 1, Masyudi biasanya, jumlah WBS
semakin meningkat seiring bulan Ramadan, karena bertambahnya jumlah
penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Kondisi ini diperkirakan
terus terjadi hingga lebaran.
"Biasanya PMKS semakin bertambah dan petugas pun semakin intensif
melakukan penjangkauan. Sedangkan PSBI ini merupakan panti yang menjadi
transit PMKS sebelum dirujuk ke panti rujukan. Semakin meningkat jumlah
penghuni PSBI sehingga kelebihan kapasitas," jelas Yudi kepada Okezone, Kamis (9/6/2016).
PMKS yang dilakukan pembinaan itu kebanyakan dari luar daerah,
sementara Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta tidak memulangkan mereka ke
daerah asalnya.
"Mereka berasal dari Jawa dan Sumatera lainnya. Mereka terkena penjangkauan di jalanan DKI Jakarta," ujarnya.
Yudi mengatakan, pihaknya kesulitan untuk memulangakan mereka ke
daerahnya masing-masing, salah satunya karena faktor biaya. Ia mendorong
mereka untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik dan mulia.
Hingga kini jumlah penghuni PSBI Bangun Daya 1 yang dikelola Yudi
sudah mencapai 870 orang. "Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring
waktu. Sedangkan kapasitasnya panti hanya 510 orang WBS. Saya khawatir
dapat menganggu kenyamanan penghuni lainnya," paparnya.
Warga yang tinggal di panti itu rata-rata pengamen dan pengemis
jalanan. Sehingga mereka harus memberikan pembinaan terlebih dahulu.
"Ini sebagai efek jera, mereka kami berikan pembinaan untuk
klasifikasi PMKS pengamen dan pengemis. Kami berikan pembinaan sosial
dan hukum. Agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi dan tidak
menjadi PMKS kembali," tutup Yudi.
Sumber: Okezone.com