Ketika anak berbuat nakal, sulit dinasehati dan
menjengkelkan, tentu hal ini akan membuat orang tua merasa sedih, kecewa
atau bahkan marah. Meski begitu, senakal apapun anak usahakan untuk
tetap berlaku sabar dan menasehati anak dengan cara yang tidak
membahayakan anak. Jangan sampai menghukum anak dengan hukuman yang
berat apalagi tidak masuk akal seperti halnya yang dilakukan oleh orang
tua di Jepang berikut ini.
Dikutip dari laman asiantown.net, orang tua di Jepang beberapa waktu yang lalu telah menghukum sang anak dengan meninggalkannya di dalam hutan sendirian. Anak tersebut diketahui bernama Yamato Tanooka. Yamato sendiri merupakan seorang anak yang masih berusia 7 tahun. Peristiwa ditinggalkannya sendiri di hutan oleh orang tua berawal ketika Yamato melakukan kesalahan dan orang tua menurunkan dirinya dari mobil yang mereka tumpangi.
Dikutip dari laman asiantown.net, orang tua di Jepang beberapa waktu yang lalu telah menghukum sang anak dengan meninggalkannya di dalam hutan sendirian. Anak tersebut diketahui bernama Yamato Tanooka. Yamato sendiri merupakan seorang anak yang masih berusia 7 tahun. Peristiwa ditinggalkannya sendiri di hutan oleh orang tua berawal ketika Yamato melakukan kesalahan dan orang tua menurunkan dirinya dari mobil yang mereka tumpangi.
Yamato (kiri bawah) dan upaya pencaria terhadap dirinya saat ia hilang di hutan | Photo: Copyright asiantown.net
Orang tua menurunkan Yamato di hutan karena orang tua ingin menghukum
sekaligus membentuk kedisiplinannya. Dari pengakuan orang tua, mereka
meninggalkan Yamato di hutan sangat sebentar. Tapi, saat orang tua
kembali di tempat dimana ia menurunkan Yamato, orang tua mendapati buah
hatinya tersebut tak ada di sana. Selanjutnya, orang tua melaporkan hal
ini kepada polisi setempat. Mendapat laporan ini, ratusan polisi,
tentara, warga sipil dan polisi hutan melakukan pencarian terhadap
Yamato.
Pencarian dilakukan dalam waktu setidaknya selama 6 hari. Beruntung, beberapa hari lalu Yamato berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Menurut Manabu Takehara, juru bicara Angkatan Bela Diri di Jepang, Yamato ditemukan di pangkalan militer di sana. Ia ditemukan dalam kondisi selamat dan tubuhnya mengalami sedikit luka gores. Takehara mengatakan, "Anak itu ditemukan dalam kondisi selamat. Ia merupakan keajaiban melihat hutan di mana ia hilang memiliki banyak beruang dan binatang buas. Ia ditemukan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Ia hanya mengalami beberapa luka gores di tubuhnya setelah 6 hari dinyatakan hilang." Hilangnya Yamato sendiri rupanya tak hanya menghebohkan aparatur kepolisian dan tentara saja, ia juga telah menjadi perhatian di tingkat Nasional Jepang."
Pencarian dilakukan dalam waktu setidaknya selama 6 hari. Beruntung, beberapa hari lalu Yamato berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Menurut Manabu Takehara, juru bicara Angkatan Bela Diri di Jepang, Yamato ditemukan di pangkalan militer di sana. Ia ditemukan dalam kondisi selamat dan tubuhnya mengalami sedikit luka gores. Takehara mengatakan, "Anak itu ditemukan dalam kondisi selamat. Ia merupakan keajaiban melihat hutan di mana ia hilang memiliki banyak beruang dan binatang buas. Ia ditemukan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Ia hanya mengalami beberapa luka gores di tubuhnya setelah 6 hari dinyatakan hilang." Hilangnya Yamato sendiri rupanya tak hanya menghebohkan aparatur kepolisian dan tentara saja, ia juga telah menjadi perhatian di tingkat Nasional Jepang."

Atas apa yang terjadi pada Yamato, banyak netter menyayangkan aksi orang
tua yang meninggalkan anak sendiri di hutan. Aksi ini sendiri telah
menimbulkan banyak perdebatan di kalangan masyarakat dan mempertanyakan
benarkah menghukum anak dengan hukuman berat bisa membentuk kedisiplinan
anak atau justru membuat anak trauma.
Kalau menurut kamu, gimana nih pendapat kamu? Apapun dan bagaimana pun nakalnya anak, usahakan untuk selalu memberikan nasehat dan melatihnya menjadi pribadi yang disiplin dengan cara yang tepat, tidak membahayakan anak dan tidak membuat kedua belah pihak dirugikan.
Kalau menurut kamu, gimana nih pendapat kamu? Apapun dan bagaimana pun nakalnya anak, usahakan untuk selalu memberikan nasehat dan melatihnya menjadi pribadi yang disiplin dengan cara yang tepat, tidak membahayakan anak dan tidak membuat kedua belah pihak dirugikan.
Sumber: Vemale.com